Category Archives: PHP - Page 2

Eksekusi PHP dengan Command Prompt (CMD)

Script PHP tidak hanya bisa dieksekusi dengan menggunakan browser, tetapi bisa juga kita eksekusi dengan menggunakan Command Prompt (CMD) pada Windows. Ini bermanfaat jika kita ingin memanggil suatu script PHP dengan Schedule tertentu. Misalnya dengan menggunakan Task Scheduler. Dan (mungkin) bisa mengurangi konsumsi memory komputer –karena tidak perlu membuka browser– sehingga bisa berjalan lebih cepat.

Untuk menjalankannya, pertama kita jalankan/panggil file php.exe, kemudian kita panggil script PHP yang ingin dieksekusi dengan menulis path secara lengkap. Contohmya:

call D:\ZendServer\ZendServer\bin\php.exe D:\ZendServer\Apache2\htdocs\cmd.php

–  call D:\ZendServer\ZendServer\bin\php.exe adalah untuk menjalankan php, contoh server adalah ZendServer yang diinstall pada drive D

– D:\ZendServer\Apache2\htdocs\cmd.php adalah untuk memanggil file PHP untuk dieksekusi

Misalkan isi dari file cmd.php adalah sebagai berikut :

<?php
echo "\n\n\n";
echo "Ini dijalankan lewat Comman Prompt";
echo "\n\n\n";
?>

maka hasilnya sebagai berikut:

Eksekusi PHP dengan CMD

Pemanggilan file php.exe bisa dilakukan dengan perintah “call” seperti di atas atau dengan perintah “start”. Perbedaannya, jika menggunakan call maka baris-baris akan dieksekusi dalam satu windows, sedangkan dengan menggunakan start maka tiap baris yang memanggil file luar (dalam hal ini php.exe) akan dieksekusi pada windows baru. (Ini yang saya lihat, tapi efek yang lain saya tidak tahu, hehe :))

Demikian Semoga Bermanfaat.

Perbedaan INCLUDE, REQUIRE, INCLUDE_ONCE dan REQUIRE_ONCE

Pada PHP perintah include, require, include_once dan require_once memiliki fungsi yang sama, yaitu memanggil file lain agar dibaca oleh file yang sedang dieksekusi. Lalu apa perbedaannya?

Perbedaan mendasar antara include dan require adalah, jika kita menggunakan include maka jika file yang kita panggil tidak ada maka akan tetap dilanjutkan ke baris berikutnya dan memunculkan pesan error bahwa file tersebut tidak ada.

Sedangkan jika kita menggunakan perintah require maka jika file yang kita panggil tidak ada, akan muncul pesan error dan berhenti pada baris yang error tersebut.

Untuk lebih memperjelas coba script berikut ini :

<?php
include "file_lain.php";
echo "Script setelah include";
echo "<br>";
require "file_lain.php";
echo "Script setelah require";
?>

Kira-kira akan memunculkan tampilan seperti berikut :

Perbedaan Include dan Require

Kemudian, untuk pemanggilan dengan tambahan “_ONCE“, perbedaannya dengan yang tanpa tambahan “_once”, jika sudah ada pemanggilan file yang sama pada baris sebelumnya maka hanya dipanggil sekali saja. Ini bermanfaat jika file yang dipanggil berisi pendeklarasian fungsi-fungsi, maka fungsi-fungsi tersebut tidak akan di deklarasikan dua kali, dan jika dideklarasikan dua kali akan memunculkan pesan error.

Demikian, semoga bermanfaat.

Membuat Fungsi Randong String di PHP

Kadang kita memerlukan suatu susunan huruf-huruf dan atau angka-angka untuk suatu keperluan. Nah berikut ini contoh untuk membuat susunan huruf dan atau angka tersebut secara acak.

function randomhuruf($length=5) {
   $characters = '0123456789abcdefghijklmnopqrstuvwxyzABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ';
   $randomString = '';
   for ($i = 0; $i < $length; $i++) {
      $randomString .= $characters[rand(0, strlen($characters) - 1)];
   }
   return $randomString;
}

Contoh penggunaannya:

echo $randomhuruf();

maka akan memunculkan 5 susunan huruf dan angka secara acak, karena nilai defaultnya adalah 5.

echo $randomhuruf(10);

maka akan memunculkan 10 susunan huruf dan angka secara acak.

Demikian, Semoga bermanfaat.

Referensi : http://stackoverflow.com/questions/4356289/php-random-string-generator

Membuat autorefresh pada iframe

Jika Anda menggunakan iframe dan ingin membuat iframe itu me-refresh secara otomatis, cobalah cara sederhana berikut ini.

misal inframe Anda

<iframe src="pesan.php"
height="500px" width="100%" frameborder="0" marginheight="20px"></iframe>

Agar pada iframe tersebut bisa me-refresh sendiri, maka pada file tujuan yaitu file daftar.php tambahkan baris berikut :

 <meta http-equiv="refresh" content="5" />

nilai 5 berarti setiap 5 detik akan di-refresh.

Demikian, Semoga Bermanfaat.

Default Timezone di Zendserver

ZendServer adalah salah satu server yang cukup handal khususnya jika kita ingin bermain-main dengan database Oracle. Nah ketika meng-install ZendServer maka timezone-yang tersetting secara default adalah “Asia/Krasnoyarsk“. Hal ini akan sangat berpengaruh ketika kita menggunakan fungsi bawaan PHP ‘date’. Misal :

<?
echo date('Y-m-d H:i:s');
?>

maka akan ditampilkan nilai tahun,bulan, tanggal, jam, menit dan detik di wilayah timezone “Asia/Krasnoyarsk”, sehingga kita tidak mendapatkan nilai yang kita inginkan yaitu informasi waktu di Indonesia.

Nah, untuk menyesuaikan hal ini, cukup mengubah konfigurasi yang ada di server. Yaitu file php.ini. Untuk ZendServer posisi file php.ini berada di folder ..\ZendServer\etc contoh di komputer saya D:\ZendServer\ZendServer\etc (saya meng-install ZendServer pada drive D folder ZendServer).

Bukalah file php.ini tersebut menggunakan notepad atau text editor lain. Carilah baris berikut :

[Date]
; Defines the default timezone used by the date functions
;date.timezone =

hilangkan tanda ; didepan tulisan “date.timezone =” kemudian tambahkan “Asia/Jakarta”, atau sesuaikan timezone yang Anda inginkan. Untuk daftar referensi timezone yang ada bisa mengunjungi alamat ini :
http://www.php.net/manual/en/timezones.php. Menjadi :

[Date]
; Defines the default timezone used by the date functions
date.timezone = "Asia/Jakarta"

kemudian restart webserver Anda.

Demikian, Semoga Bermanfaat.